Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2014

Analisis Kandungan Informasi dan Efek Intra Industri Pegumuman Stock Split Yang Dilakukan Oleh Perusahaan Bertumbuh dan Tidak Bertumbuh

ANALISIS KANDUNGAN INFORMASI DAN EFEK INTRA INDUSTRI  PENGUMUMAN STOCK SPLIT YANG DILAKUKAN OLEH PERUSAHAAN BERTUMBUH DAN TIDAK BERTUMBUH Luciana Spica Almilia & Emanuel Kristijadi (STIE Perbanas Surabaya) MOTIVASI PENELITIAN : Terdapat beberapa motivasi dalam penelitian ini: Fenomena pemecahan saham yang dilakukan perusahaan, karena sebenarnya pemecahan saham tidak menambah ekonomis bagi perusahaan. Sedikitnya penelitian mengenai stock split dengan menggunakan koreksi beta. Pengumuman yang dilakukan oleh suatu perusahaan dapat memberikan reaksi positif ataupun negatif oleh perusahaan yang tidak mengumumkan suatu peristiwa yang berada dalam industri yang sama. Penelitian – penelitian terdahulu yang memberikan hasil yang berbeda. Penelitian ini berusaha untuk mengembangkan penelitian yang dilakukan oleh Kurniawati (2003) dengan beberapa modifikasi. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis secara empiris mengenai information cont

ApakahTerdapat Mispriced Akrual ? Bukti Dari Tes Model ICAPM

Are Accruals Mispriced? Evidence From Tests Of An Intertemporal Capital Asset Pricing Model (IntertemporalCapital Asset Pricing Model) Mozaffar Khan Motivasi Penelitian Anomali asset pricing bertentangan dengan teori yang ada bahwa perbedaan cross-sectional dalam pengembalian return yang diharapkan adalah karena perbedaan dalam risiko. Dalam penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sloan melaporkan bahwa perbedaan return tinggi dan rendah dalam akrual tidak dijelaskan oleh perbedaan risiko yang diukur dengan CAPM atau ukuran perusahaan. Penemuan tinggi dan rendah akrual dalam penetapan harga saham, yang berhubungan dengan risiko, sering disebut sebagaian anomali  akrual. Terdapat pertanyaan disetiap perdebatan atas mispricing adalah apakah model benchmark pricing (atau model penyesuaian risiko) terhadap kesalahan yang diukur dapat dijelasan secara empiris. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penjelasan yang berbasis risiko untuk anomali akrua

CAPM (Capital Asset Price Model)

Pendahuluan Capital Asset Pricing Model (CAPM) digunakan untuk mengestimasi return suatu sekuritas dianggap sangat penting di bidang keuangan. Bentuk standar dari CAPM pertama kali dikembangkan secara terpisah oleh Sharpe (1964), Lintner (1965) dan Mossin (1969), sehingga model ini sering disebut dengan CAPM bentuk Sharpe-Lintner-Mossin. Asumsi-Asumsi Asumsi-asumsi digunakan untuk menyederhanakan persoalan-persoalan yang sesungguhnya terjadi di dunia nyata. Asumsi-asumsi diperlukan supaya suatu model lebih mudah untuk dipahami dan lebih mudah untuk diuji. Hasil dari pelepasan asumsi-asumsi ternyata tidak banyak merubah hasil prediksi dari CAPM (Elton dan Gruber, 1995). Asumsi-asumsi yang digunakan di model CAPM adalah : Semua investor mempunyai cakrawala waktu satu periode yang sama. Semua investor melakukan pengambilan keputusan investasi berdasarkan pertimbangan antara nilai return ekspektasian dan deviasi standar return dari portofolionya. Semua investor mempunyai h

Pengembangan Sistem

PENGORGANISASIAN DARI SISTEM INFORMASI FUNGSIONAL Sistem tanggung jawab secara tradisional telah ditetapkan pada fungsi akuntansi. Fungsi sistem secara umum memperoleh status dan akibatnya telah bergerak lebih tinggi dalam organisasi. Struktur internal dari Sistem Informasi Fungsional Manajer Sistem Informasi Manajer Sistem Informasi membantu untuk mengatur tujuan untuk fungsi, mengambil bagian dalam sistem jangka panjang perencanaan, dan sistem baik mengarahkan pengembangan dan kegiatan operasi dari fungsi. Manajer sistem informasi juga (1) mengawasi dan mengevaluasi kinerja manajer dan staf kunci dalam fungsi personil dan (2) mempekerjakan dan melatih manajer baru bila diperlukan. Staff Seorang staf perencanaan membantu dalam mengembangkan rencana sistem jangka panjang, dalam berkoordinasi dengan perencanaan strategis perusahaan kelompok, dan dalam menetapkan kebijakan informasi yang berkaitan. Staf teknis membantu dalam memantau perkembangan teknologi, Seorang staf perso

Dinamika Budaya Organisasi

DINAMIKA BUDAYA ORGANISASI A.                 Pengertian Budaya Organisasi Berdarakan pengertian kebudayaan di atas, budaya organisasi itu didasarkan pada suatu konsep bangunan pada tiga tingkatan, yaitu: Tingkatan Asumsi Dasar ( Basic Assumption ), kemudian Tingkatan Nilai ( Value ), dan Tingkatan Artifact yaitu sesuatu yang ditinggalkan. Tingkatan asumsi dasar itu merupakan hubungan manusia dengan apa yang ada di lingkungannya, alam, tumbuh-tumbuhan, binatang, manusia, hubungan itu sendiri, dan hal ini, asumsi dasar bisa diartikan suatu philosophy, keyakinan, yaitu suatu yang tidak bisa dilihat oleh mata tapi ditanggung bahwa itu ada. Tingkatan yang berikutnya Value , Value itu dalam hubungannya dengan perbuatan atau tingkah laku, untuk itu, value itu bisa diukur (ditest) dengan adanya perubahan-perubahan atau dengan melalui konsensus sosial. Sedangkan artifact adalah sesuatu yang bisa dilihat tetapi sulit untuk ditirukan, bisa dalam bentuk tehnologi, seni, atau sesuatu yang b

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Oleh Drs. Acep Komara, SE., Msi. Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon Motivasi Penelitian Beberapa penelitian terhadap penerapan suatu sistem dalam perusahaan dihadapkan kepada dua hal, yaitu perusahaan mendapatkan keberhasilan penerapan sistem atau kegagalan sistem. Tolok ukur keberhasilan sistem mengarah pada penggunaan sistem dan kepuasan pengguna. Kedua tolok ukur tersebut juga digunakan dalam riset sistem informasi sebagai pengganti ( surrogate ) untuk mengukur kinerja sistem informasi akuntansi. Di beberapa penelitian juga disebutkan bahwa ukuran organisasi, perusahaan yang memiliki dengan yang tidak memiliki pendidikan dan pelatihan pengguna, komite pengendali SI dan lokasi departemen SI merupakan variabel-variabel yang juga mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi. Namun didapatkan hasil yang tidak konsisten dalam penelitian satu dan yang lainnya. Dimana tidak ada perbedaan sign