Skip to main content

Faktor Faktor Perilaku dari Penganggaran Modal


FAKTOR FAKTOR PERILAKU
Manajer keuangan dan akuntan manajerial sangat terlibat dalam penganggaran operasional, baik dalam mengembangkan anggaran dan pelaporan kinerja berikutnya. Manajer keuangan dan akuntan manajerial juga terlibat dalam proses penganggaran jenis lain penganggaran modal. Karena keterlibatan ini, penting bahwa mereka menyadari faktor faktor khususnya faktor faktor perilaku yang berdampak besar baik pada penganggaran modal maupun pembuatan keputusan.

Definisi dari Penganggaran Modal
Penganggaran modal mungkin dijabarkan sebagai proses pengalokasian dana untuk  proyek jangka panjang atau pembelanjaan. Keputusan penganggaran modal dibuat disaat kebutuhan meningkat dan melibatkan relatif sejumlah besar uang, periode yang panjang dari komitmen dana, dan ketidakpastian yang disebabkan oleh lamanya waktu yang terlibat dan kesulitan dalam memperkirakan variabel variabel keputusan (jumlah aliran kas, pewaktuan, dan lain lain).

PENAMPILAN LUAR YANG RASIONAL
Faktor faktor manusia sangat terlibat dalam proses penganggaran modal, meskipun sedikit perhatian diberikan kepada mereka dalam literatur. seseorang bisa mengatakan bahwa  penganggaran modal memiliki penampilan luar dari rasionalitas, khususnya ketika dijabarkan, model matematika digunakan. Mereka menyampaikan suasana kepastian, logika, dan sains. Namun yang mendasari proses keputusan adalah faktor faktor perilaku yang disebutkan dalam bab ini. Sayangnya, pembuat keputusan mungkin tidak ingin mengakui  bahwa faktor faktor manusia yang irasional mungkin merupakan yang paling utama dalam  penerimaan atau penolakan dari sebuah proyek tertentu.

SARAN UNTUK PERBAIKAN
Kami menyarankan bahwa mereka yang terlibat dalam proses penganggaran modal dan dalam manajemen proyek modal harus sedikitnya menyadari akan faktor faktor perilaku yang terlibat. Yang terbaik, mereka harus mengambil langkah langkah aktif untuk memastikan bahwa faktor faktor perilaku dari penganggaran modal tidak menimbulkan keputusan yang dibawah optimal.

Sumber: RMK

Comments

Popular posts from this blog

Pengertian Padmasana dan Aturan Pembuatan Padmasana secara detail

Mengingat rekan-rekan sedharma di Bali dan di luar Bali banyak yang membangun tempat sembahyang atau Pura dengan pelinggih utama berupa Padmasana, perlu kiranya kita mempelajari seluk beluk Padmasana agar tujuan membangun simbol atau “Niyasa” sebagai objek konsentrasi memuja Hyang Widhi dapat tercapai dengan baik. ARTI PADMASANA Padmasana atau (Sanskerta: padmāsana) adalah sebuah tempat untuk bersembahyang dan menaruh sajian bagi umat Hindu, terutama umat Hindu di Indonesia.Kata padmasana berasal dari bahasa Sanskerta, menurut Kamus Jawa Kuna-Indonesia yang disusun oleh  Prof. Dr. P.J. Zoetmulder  (Penerbit Gramedia, 1995) terdiri dari dua kata yaitu : “padma” artinya bunga teratai dan “asana” artinya sikap duduk. Hal ini juga merupakan sebuah posisi duduk dalam yoga.Padmasana berasal dari Bahasa Kawi, menurut Kamus Kawi-Indonesia yang disusun oleh  Prof. Drs.S. Wojowasito (Penerbit CV Pengarang, Malang, 1977) terdiri dari dua kata yaitu: “Padma” artinya bu...

Patung Satria Gatot Kaca

Patung Satria Gatot Kaca terletak di antara Jalan Raya Tuban dan Jalan Raya Airport Ngurah Rai. Jarak tempuh dari kota Denpasar kira-kira 18 km dan lebih kurang 5 menit perjalanan dari Bandara Udara Ngurah Rai bila menggunakan kendaraan bermotor. Patung Satria Gatot Kaca berdiri megah dan gagah di tengah-tengah simpang tiga sebelah timur Bandara Udara Ngurah Rai dan merupakan salah satu objek wisata Kabupaten Badung. Masyarakat di Bali sendiri menyebutnya patung kuda. Mungkin ini karena kalau dilihat secara sekilas objek ini banyak menampilkan patung kudanya. Tokoh yang diangkat pada Patung ini adalah Gatot Kaca yang dikisahkan sebagai ksatria yang gagah perkasa dan pemberani, anak dari Bimasena, salah satu dari Pandawa lima. Ia dikenal sebagai ksatria yang ahli terbang dan bertanggungjawab pada pertahanan udara serta memberi perlindungan

Penjelmaan Dewa Wisnu Turun Ke "Mercapada" Sebagai Awatara

1.    Matsya  Awatara   Awatara Wisnu yang berwujud ikan raksasa Dewanagari: मत्स्य‍‍ Ejaan Sanskerta: Matsya Golongan:  Awatara   Wisnu Untuk kegunaan lain dari Matsya, lihat  Matsya (disambiguasi) . Dalam ajaran  agama Hindu ,  Matsya  ( Dewanagari : मत्‍स्‍य; , IAST :  matsya ,  मत्‍ स्‍ य ) adalah  awatara Wisnu bahasa Sanskerta , kata  matsya  sendiri berarti ikan. Menurut  mitologi Hindu , Matsya muncul pada masa  Satyayuga , pada masa pemerintahan Raja  Satyabrata  (lebih dikenal sebagai Maharaja Waiwaswata Manu ), putra  Wiwaswan , dewa matahari. Matsya turun ke dunia untuk memberitahu Maharaja Manu mengenai bencana  air bah  yang akan melanda bumi. Ia memerintahkan Maharaja Manu untuk segera membuat  bahtera  besar. Kisah dengan tema serupa juga dapat disimak dalam kisah  Nabi   Nuh , yang konon...