Skip to main content

Me"Rajakan" Karyawan untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan

karyawan 2
Jika karyawan Anda bahagia dan senang mengerjakan tugasnya, Anda akan mendapatkan pelanggan yang bahagia pula. Paul Spiegelman, dari Small Giants Community memberi 10 saran penting yang layak Anda terapkan dalam bisnis agar karyawan Anda bahagia.
  1. Dengarkan mereka. Beri mereka kesempatan untuk bicara. Implementasikan ide-ide mereka.
  2. Gajilah mereka dengan adil. Untuk membangun suasana kerja yang nyaman, Anda harus memberi kompensasi dan benefit yang layak. Tetapi Anda tak harus menjadi perusahaan dengan gaji termahal.
  3. Pengakuan dan penghargaan. Jangan hanya memberi uang tunai. Setiap individu ingin merasa bernilai. Anda dapat bertanya kepada mereka tentang sistem pengakuan atau penghargaan yang mereka inginkan, atau bertanya ke rekan pengusaha yang lain tentang sistem yang tepat.
  4. Tawarkan kesempatan untuk berkembang. Para karyawan juga ingin merasa diberi ruang untuk maju. Apakah mereka tahu caranya? Anda berkewajiban menunjukkan cara agar mereka dapat berkembang, misalnya menyertakan mereka dalam pelatihan dan sistem jenjang promosi yang mantap.
  5. Beri nama posisi yang unik. Anda tak harus menggunakan istilah yang  sudah biasa di perusahaan lain. Cobalah kreatif dengan memberi nama jabatan yang menarik. "Resepsionis saya diberi nama Director of First Impressions dan asisten saya adalah Director of Executive Wrangling," kata Paul mencontohkan.
  6. Buatlah terobosan di tempat kerja. Misalnya, memberi sentuhan unik di tempat kerja dengan menempatkan foto, buat hari dengan busana tertentu, acara menarik atau mengajak keluarga ke pesta kantor.
  7. Buatlah tradisi. Anda dapat membuat ritual membawa makanan dari rumah pada Jumat dan makan bersama, atau acara rutin lain yang dapat membuat suasana kerja lebih akrab. Proses ini tak selalu langsung berhasil. Jika Anda sudah menemukan cara yang tepat, lakukan terus.
  8. Bukalah hati Anda. Yakinkan mereka adalah bagian dari tim. Berbagilah kesuksesan dan kegagalan dengan tim Anda. Dengan cara ini, rasa memiliki kepada diri mereka terhadap perusahaan semakin besar. 
Sumber: Ciputra

Comments

Popular posts from this blog

Konsep Nilai, Konsep Sikap, dan Kepuasan Kerja

I.        Konsep Nilai M encerminkan keyakinan-keyakinan dasar bahwa “bentuk khusus perilaku atau bentuk akhir keberadaan secara pribadi atau sosial lebih dipilih dibandingkan dengan bentuk perilaku atau bentuk akhir keberadaan perlawanan atau kebaikan.” Nilai mengandung unsur pertimbangan yang mengemban gagasan-gagasan seorang individu mengenai apa yang benar, baik, dan diinginkan. Nilai mempunyai baik atribut isi maupun intensitas. Atribut isi mengatakan bahwa bentuk perilaku atau bentuk-akhir keberadaannya adalah penting. Atribut intensitas menjelaskan seberapa penting hal itu. Ketika kita memperingatkan nilai-nilai individu berdasarkan intensitasnya, kita peroleh sistem nilai orang tersebut. Secara umum dapat dikatakan nilai itu relatif stabil dan kokoh. a)       Pentingnya Nilai Nilai penting untuk mempelajari perilaku organisasi karena nilai menjadi dasar untuk memahami sikap dan motivasi serta karena nilai mempenga...

Pengertian Padmasana dan Aturan Pembuatan Padmasana secara detail

Mengingat rekan-rekan sedharma di Bali dan di luar Bali banyak yang membangun tempat sembahyang atau Pura dengan pelinggih utama berupa Padmasana, perlu kiranya kita mempelajari seluk beluk Padmasana agar tujuan membangun simbol atau “Niyasa” sebagai objek konsentrasi memuja Hyang Widhi dapat tercapai dengan baik. ARTI PADMASANA Padmasana atau (Sanskerta: padmāsana) adalah sebuah tempat untuk bersembahyang dan menaruh sajian bagi umat Hindu, terutama umat Hindu di Indonesia.Kata padmasana berasal dari bahasa Sanskerta, menurut Kamus Jawa Kuna-Indonesia yang disusun oleh  Prof. Dr. P.J. Zoetmulder  (Penerbit Gramedia, 1995) terdiri dari dua kata yaitu : “padma” artinya bunga teratai dan “asana” artinya sikap duduk. Hal ini juga merupakan sebuah posisi duduk dalam yoga.Padmasana berasal dari Bahasa Kawi, menurut Kamus Kawi-Indonesia yang disusun oleh  Prof. Drs.S. Wojowasito (Penerbit CV Pengarang, Malang, 1977) terdiri dari dua kata yaitu: “Padma” artinya bu...

Upacara Pitra Yadnya (Memukur) Menyucikan Roh Leluhur

Pelaksanaan upacāra Mamukur, seperti upacāra-upacāra Yajña lainnya disesuaikan dengan kemampuan Sang Yajamana, yakni mereka yang melaksanakan upacāra tersebut. Secara garis besar, sesuai kemampuan umat dibedakan menjadi 3 kelompok, yakni yang besar (uttama), menengah (madhya) dan yang sederhana (kanistama). Pada upacāra Mamukur yang besar, rangkaian upacāranya terdiri dari: Ngangget Don Bingin, yakni upacāra memetik daun beringin (kalpataru/kalpavṛiksa) untuk dipergunakan sebagai bahan puṣpaśarīra (simbol badan roh) yang nantinya dirangkai sedemikian rupa seperti sebuah tumpeng (dibungkus kain putih), dilengkapi dengan prerai (ukiran/lukisan wajah manusia, laki/perempuan) dan dihiasi dengan bunga ratna. Upacāra ini berupa prosesi (mapeed) menuju pohon beringin diawali dengan tedung agung, mamas, bandrang dan lain-lain, sebagai alas daun yang dipetik adalah tikar kalasa yang di atasnya ditempatkan kain putih sebagai pembungkus daun beringin tersebut.